API

 

Hari Jum’at itu, Nasrudin menjadi imam Shalat Jum’at. Namun belum lama ia berkhutbah, dilihatnya para jamaah terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian tertidur dengan lelap. Maka berteriaklah Sang Mullah,
“Api ! Api ! Api !”
Segera saja, seisi masjid terbangun, membelalak dengan pandangan kaget, menoleh kiri-kanan. Sebagian ada yang langsung bertanya,
“Dimana apinya, Mullah ?”
Nasrudin meneruskan khutbahnya, seolah tak acuh pada yang bertanya,
“Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah.”

 

About jaljuan

ordinary people

Posted on April 2, 2011, in Kisah Nasrudin Hoja. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: