LIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA

Suatu ketika, seorang laki-laki yang berpakaian mewah melintas di depan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Tak lama kemudian, melintas pula seorang pria yang berpakaian amat sederhana. Kepada para sahabatnya, Rasulullah saw bertanya, apa yang mereka pikirkan tentang kedua laki-laki itu. Para sahabat berkata, tentu laki-laki yang pertama akan selalu dihargai orang lain, dan jika ia melamar anak perempuan, akan diterima pinangannya.

Sedangkan lelaki yang kedua, yang berpakaian amat sederhana, tentu akan dihinakan orang lain. Dan ia memang hidup dalam kehinaan. Ternyata apa yang mereka duga itu keliru. Rasulullah menyampaikan bahwa laki-laki yang nampak berpenampilan amat sederhana itu justru jauh lebih mulia dari pada orang yang berpenampilan mewah. Ia unggul dari sisi pribadinya, mental dan ibadahnya.

Apa yang hakiki dari orang lain, memang kerap luput dari pandangan kita. Kita terbiasa memberi penilaian hanya dari penampilannya. Kita menempatkan orang lain pada bingkai kecil pikiran kita, dan kita tidak mampu melihat kebaikan-kebaikan orang itu. Sesudah itu, tentu kita tidak akan pernah bisa bercermin dari contoh kebaikan-kebaikannya. Kita akan tertelan oleh dugaan keliru tentang orang lain.

Pada masa Rasulullah saw banyak bangsa kulit hitam yang memeluk agama Islam. Orang-orang Arab sering melecehkan mereka. Rasulullah tidak suka dengan sikap orang-orang Arab tersebut, lalu beliau saw bersabda : “Jadikanlah orang-orang kulit hitam itu sebagai pemimpin, karena kelak tiga dari orang kulit hitam akan menjadi pemimpin ahli surga. Mereka adalah Luqman al-Hakim, Mahja’ (budak Umar bin Khaththab), dan Bilal bin Rabah.” (HR. Ibnu Abbas).

Subhanallah, sungguh luar biasa perlakuan Rasulullah saw kepada orang lain tanpa melihat bagaimana rupa fisiknya. Karena sesungguhnya, Rasulullah sadar dengan sepenuh kesadaran, bahkan Allah memuliakan kedudukan manusia bukan dari performence fisiknya, tapi jauh dari itu, pada iman, akhlaq dan bagaimana pemikirannya.

About jaljuan

ordinary people

Posted on April 2, 2011, in Kisah Teladan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: